Sungai itu….
Indera ku mendadak menajam, telinga ini di manja suara deburan, yang tak habis-habis dan semakin dekat saja rasanya..
Inderaku yang lainnya tertegun tak berkedip, ada baiknya membiarkan telinga terngiang suara deburannya saja berhari-hari..hingga kesabaranku berbuah manis sekali. Proyeksi pemandangan di depan mata ku..membuatku menitikan airmata.
Aku meleburkan hati ku pada cinta…
Sepulang dari sungai itu…
Semua menjadi nyata dan ikhlas ku dibuatnya. Sungguh.
Telapak kaki ini benar-benar tak pernah lepas dari hatiku.
Kemanapun aku menapak berjalan di permukaan dasarnya, disanalah hati ku berada
Jauh di permukaan dasarnya, jauh di terpaan air nya yang deras. Turun jauh kebawah sana, semua rasa, semua pikiran.
Kadang menajam, kadang pasir lembut, kadang pelan, kadang terhempas, hampir-hampir hilang pijakan dan terseret derasnya air. Aku tetap disini. Hadir dan percaya dengan pijakan ku berikutnya.
Bahwa ke ikhlasan tak sekedar kata yang seringkali dibuat untuk menjadi satu tujuan
Namun sedalam rasa. Sedalam sayatan batu tak terlihat di bawah pijakan telapak kaki ini
Sekuat dorongan air yang menghujam tubuh dan dibuat tak berdaya, hanya berpegang pada akar pohon yang baru kukenal saat itu, dan berpegang pada batu berlumut licin yang sebelumnya tak kusadari ia ada didekatku.
Ikhlas bukan kata
Hanya bagian sayatan dan sentuhan lembut di dasar telapak kaki ku
Untuk selalu percaya, kemanapun kaki ini melangkah
Keikhlasan tak akan ada tolok ukurnya
Sampai mati.
Senin, 16 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar