Jumat, 01 Mei 2009

sepanjang malam aku menangis

Satu malam pada Desember 2008 :
Entah apa yang membuatku bersimbah airmata dan membengkakan mata
Sampai-sampai kepala ku sakit, mau pecah, dan muntah

Aku merasa begitu rindu, sangat rindu
Tanpa mampu berkata pada apa pada siapa

Tapi mungkin pada Tuhan dan diriku
Disaat yang sama dengan rasa yang sama dengan jumlah dan besaran yang sama
Rasa campuran yang entah kenapa rasanya sama

Tuhan dan aku sama, aku tuhan dan tuhan aku
Aku tidak ada tuhan juga tak ada
Aku ada tuhan juga ada

Saat diri ini bicara sendiri mungkin nalurilah yang diajak bicara
Saat diri ini bicara pada tuhan mungkin nalurilah yang berperan sebagai tuhan

Alam berputar untuk diriku hari ini
Semua berbalik menhujam diri
Mencambuk sampai merintih berbicara: tuhan ampuni aku dan aku ampuni tuhan

Atas semua ciptaan yang diberikan padaku
Sekuat jiwa yang merintih menangis dan merindukan hangat tubuh mu tubuh ku
Atas semua tarikan dan hembusan nafas ini
Semua cerita dalam bilangan waktu
Atas semua detak jantung dan aliran darah dalam tubuhku tubuhmu

Hai, aku berbicara padamu, wahai diri wahai tuhan
AKU TIDAK PEDULI
Dengan gerbang bersinar yang seringkali kau janjikan didepan mataku
Aku hanya rindu menyentuh diri menyentuh tuhan
Dengan marah dalam tangis spanjang malam
Saat jiwa sedang didustai oleh diri dan tuhan, tapi aku MENCINTAIMU

Kini aku terbangun bahwa Aku yang kukenal sekian thn lamanya, hanya seujung anak gunung yang menyembul dari permukaan lautan
Wahai tuhan semesta alam, aku begitu kecil hingga kau injak-injak dan kau kangkangi di bawah langit birumu dan langit hitammu dan jajaran bintang dan mataharimu
Wahai tuhan semesta alam, aku begitu besar hingga bayangan sayaplebarku menutup dalamnya lautan jiwa hingga ke inti bumi sampai panasnya mampu menembus tulangku sendiri

Aku frustasi aku bahagia, rasa campur aduk dan hilang..semua tidak ada

Menembus tatapan dalam mataku didepan cermin, semakin tak kukenal tapi sekaligus semakin kukenal..lahir dan batin. Aku melihat setan dan malaikat dalam tajamnya perjalanan tatapan mata ku kedalam nya

Tuhan, kau tak sekedar ada untuk mengharapkanku menjadi PENGECUT akan dosa
Dan kau tak sekedar ada untuk mengharapkannku menjadi RAKUS akan hitungan pahala
Aku hanya akan melangkah dengan doa
Melangkah dengan rasa dari diri yang terdalam dimana kutemukan dan kusimpan tuhan
Untuk surga dan neraka ku sendiri di bingkai waktu lainnya kelak nanti

Semua terus berputar, berjalan cepat, bergulir, mengalir tanpa mampu kutangkap apalagi kupegang atau kusentuh dengan tangan bahkan dengan mata sekalipun. Takkan pernah mampu.

Persis seperti setelah chaos, dalam sunyi disana tuhan berdiri memapahku..disana aku ‘hidup’ dan tangis ini adalah caraku memegangnya, mencoba memeluknya demi menebus kerinduan yang sudah terlalu lama dan membawanya tertidur, dalam isak. Dan disana pula muncul lagi bingkai waktu yang sempat muncul beberapa malam sebelum malam ini.

Aku tak pandai bertutur, tapi rasa ini begitu kuat menyatu, dalam isak dan senyum ketulusanku memandang langit pagi ini.. Aku mencintaiMu.

Tidak ada komentar: